Singkarak, Destinasi Wisata dalam Bait Sajak Penyair Sumbar

"Sumatera Barat adalah provinsi dengan destinasi pikniknya yang lengkap. Dari pantai hingga gunung, dari kuliner hingga tempat bersejarah"
Lanskap Danau Singkarak dari Puncak Payo Rapuih (KLIKPOSITIF/Zulkifli)

PADANG,KLIKPOSITIF – “Kamu kurang piknik, bro,” kelakar ini mungkin acap terdengar ketika bersua seseorang dengan kening yang berkerut setiap waktu. Entah apa yang dipikirkannya, hanya dia dan Tuhan yang tahu. Namun, umat dengan kerut kening setiap waktu ini patut menyadari bahwa kerut keningnya itu bisa mewabah ke orang-orang di sekitar mereka. Beruntung jika pemilik kerutan itu berwajah rupawan. Setidaknya ada keindahan yang terbawa bersama kening yang berkerut itu. Jika tidak, segeralah berkemas dan berpiknik, bro.

Sumatera Barat adalah provinsi dengan destinasi pikniknya yang lengkap. Dari pantai hingga gunung, dari kuliner hingga tempat bersejarah. Semuanya cukup. Namun, kali ini referensi destinasi yang menjadi lokasi piknik berasal dari beberapa tempat dalam puisi-puisi yang dikarang oleh penyair Sumatera Barat. Percayalah, tiap larik puisi bisa mengantar kita menapak jalan yang biasa kita lalui menjadi petilasan baru dengan bait-baitnya yang melintas di sepanjang mata memandang. Dan piknik via puisi ini bisa direkomendasikan kepada umat-dengan-kerut-kening-setiap-waktu itu.

Danau Singkarak

Di udara Ombilin/lagu lama diulang pilin//Singkarak dalam ketenangan riak/ingatan terus berpilin  dari sajak Kereta Singkarak karya penyair Esha Tegar Putra.

 Menghabiskan waktu senggang di bibir Danau Singkarak mungkin pilihan yang mayoritas dipilih oleh orang-orang yang berpiknik ke Singkarak. Tapi, adakah tempat lain untuk menikmati lanskap yang dimiliki oleh dua kabupaten ini? Puncak Payo Rapuih di Nagari Batipuh Baruah, Kabupaten Tanah Datar jawabannya. Kurang lebih 30 menit jarak antara bibir danau ke puncak yang dikenal juga dengan nama Pusaran Angin ini. Dan dari puncak ini –tentunya dengan bait-bait Kereta Singkarak- Danau Singkarak, Bukit Barisan, Gunung Marapi dan Gunung Singgalang benar-benar terlihat rupawan.

[Zulkifli]