Inilah Surau Sikumbang, Lokasi Syuting Film Surau dan Silek

"Surau yang menjadi cover depan dari film yang disutradarai Arief Malin Mudo itu ada di Jorong Tanjuang Medan, Nagari Biaro Gadang, Kecamatan Ampek Angkek, Agam-Sumbar"
Surau Sikumbang yang ada di Kabupaten Agam-Sumbar menjadi lokasi syuting film 'Surau dan Silek'. (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

AGAM,KLIKPOSITIF -- Sebuah surau kecil berbahan dasar kayu mendadak tenar di kalangan warganet setelah menjadi salah satu lokasi syuting dari film fenomenal 'Surau dan Silek'.

Rupanya, surau yang menjadi cover depan dari film yang disutradarai Arief Malin Mudo itu ada di Jorong Tanjuang Medan, Nagari Biaro Gadang, Kecamatan Ampek Angkek, Agam-Sumbar. Bangunan mini dengan ukuran 7 x 7 meter itu dinamakan dengan Surau Sikumbang.

"Surau ini dibangun tahun 1886 oleh keluarga Suku Sikumbang," ucap salah seorang keturunan dari Suku Sikumbang, Basri (71), Minggu 7 Mei 2017.

Kasat mata, surau ini punya bentuk bangunan unik dengan tinggi total mencapai 9 hingga 10 meter. Atapnya yang menjulang tinggi, semakin ke atas makin mengecil tampak kontras dengan ruangannya yang terbilang kecil. "Saya dapati sudah seperti ini dari dahulunya, kebanyakan masih asli semua," terangnya.

Tak hanya bagian atapnya saja yang unik, lantainya pun sepertinya mengadopsi bentuk bangunan Rumah Gadang. "Ada semacam kandang di bawah lantainya, satu meter tingginya dari tanah," lanjutnya.

Surau ini memang tergolong kecil, hanya mampu menampung sekitar 50 jamaah saja. Bagian dalamnya pun sederhana saja, tak ada sesuatu yang istimewa, selain bagian mihrabnya yang agak menjorok ke depan.

Secara keseluruhan, ada 5 tiang penyangga yang masih lestari sejak dahulu. Di sekelilingnya, terdapat 8 daun jendela ventilasi udara. "Seingat saya, ada dua kali syuting film 'Surau dan Silek' di sini," ujar Basri.

Seperti lazimnya surau-surau di pedalaman Minangkabau, surau yang juga disebut dengan nama Surau Ihsan ini juga punya sebuah kolam lumayan besar. "Semuanya sudah ada sejak dahulu. Sampai sekarang, masih dipakai masyarakat sekitar untuk beribadah," pungkas Basri.

Jika ingin mengunjungi surau ini cukup mudah. Dari arah Bukittinggi, silakan menuju Simpang Tanjung Alam. Lalu, belok ke kiri. Sekitar 1,5 kilometer akan ada sebuah ... Baca halaman selanjutnya