Ini Jumlah Material Kayu yang Dihabiskan Membuat Kapal di Ngarai Sianok

"Panjangnya sekitar 26 meter, lebar 8 meter dan tinggi bagian anjungannya mencapai 5 meter"
Seorang wisatawan sedang memperhatikan pembangunan Kafe Kapal Toman di Bukittinggi. (istimewa)

AGAM, KLIKPOSITIF -- Sebuah kapal kayu di Ngarai Sianok, tepatnya di Jorong Jambak, Nagari Sianok Anam Suku, Kecamatan Ampek Koto yang rencananya difungsikan sebagai cafe bernama Kapal Toman, ternyata punya ukuran yang cukup besar.

Salah satu pengelola, Haykal Abrar menyebut, jika Kapal Toman akan dibangun bertingkat dua. "Panjangnya sekitar 26 meter, lebar 8 meter dan tinggi bagian anjungannya mencapai 5 meter," sebutnya, Senin 18 September 2017.

Kata Haykal, karena ukuran kapalnya cukup besar, maka diprediksi akan banyak menghabiskan material kayu sebab kapal ini memang terbuat kayu sebab mengadopsi model Kapal Bugis. "Kita rasa, sedikitnya akan menghabiskan 25 kubik kayu," sebutnya.

Sebut dia, material kayu yang digunakan berjenis Surian. "Kalau tiangnya, pakai pohon kelapa. Jenis ini cukup kuat dan tahan lama," ungkapnya.

Saat ini, Kapal Toman sudah memasuki lebih dari separoh pengerjaan. Ditargetkan, kapal ini akan rampung dalam dua bulan kedepan. "Pembangunannya sudah dimulai sejak Bulan Maret 2017, kita dibantu lima pekerja. Satu diantaranya, sudah ahli dalam membuat kapal," sebutnya.

Jika kapal kayu yang beralihfungsi jadi cafe ini rampung, maka tempat ini diprediksi bakal hits sebab berada dekat dari kawasan Tabiang Takuruang yang terkenal. "Disamping kapal, ada sebuah sungai. Jadi wisatawan yang menikmati sajian dari cafe akan betul-betul merasakan suasana dari kapal sungguhan," jelasnya.

Saat ini, pembangunan kapal di lembah Ngarai Sianok ini cukup menyita perhatian sebab hal seperti ini belum pernah ada sebelumnya.

[Hatta Rizal]