Raih Juara I API, Warga Semakin Optimis Kembangkan Pariwisata Solsel

"Penghargaan itu membuat warga SRG semakin bersemangat dalam pengelolaan dan pengembangan ikon pariwisata Solse"
Pemilik Rumah Gadang Kaum Melayu yang dijadikan homestay 003, Elwandi Dahnial Datuak Rajo Mulie (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG KLIKPOSITIF - Saribu Rumah Gadang (SRG) Kabupaten Solok Selatan resmi meraih juara I kampung adat terpopuler pada ajang Anugerah Pesona Indonesi (API) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang diumumkan pada Sabtu Malam (25/11) di Jakarta. Penghargaan itu membuat warga SRG semakin bersemangat dalam pengelolaan dan pengembangan ikon pariwisata Solsel tersebut.

Saat ini telah tersedia sebanyak 10 unit rumah gadang yang dijadikan homestay untuk para pengunjung menginap. Homestay dikelola oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang beranggotakan pemuda setempat. Harga homestay juga relatif terjangkau berkisar sekitar Rp150 ribu perorang. Dari harga itu pengunjung disediakan sarapan pagi dan snack.

Rosniar (76) pemilik homestay 004 Istano Kaum Basri Datuak Rajo Batuah mengatakan, satu unit homestay berkapasitas maksimal 25 orang. Pengunjung yang menginap akan disediakan tempat tidur kasur lengkap dengan bantal dan selimut. Mereka tidur diruang terbuka rumah gadang dan kamar khusus.

"Untuk keperluan MCK (mandi,cuci,kakus) juga tersedia," ungkapnya kepada KLIKPOSITIF, Selasa (28/11).

Dengan ditetapkannya SGR sebagai kampung adat terpopuler bisa menambah jumlah pengunjung. Saat ini jelasnya, jumlah pengunjung yang menginap mencapai 25 orang perbulan dalam satu homestay.

"Disini, pengelolaan untuk yang menginap dibagi oleh Pokdarwis, jika musim-musimnya mencapai seratus orang perbulan, bahkan satu rumah bisa 20 orang yang menginap," tuturnya.

Sementara Pemilik Rumah Gadang Kaum Melayu yang dijadikan homestay 003, Elwandi Dahnial Datuak Rajo Mulie menjelaskan, uang yang didapat dari hasil penginapan dijadikan untuk pemeliharaan rumah gadang, supaya kelestarian peninggalan sejarah itu tetap ada.

Pemerintah, katanya juga telah ikut membantu dengan menyediakan tempat sampah di pinggir jenjang rumah gadang. Pemerintah juga mendirikan plang nama terbuat dari semen untuk penanda ... Baca halaman selanjutnya