Dendeng Pucuk Ubi, Kudapan Khas Solok Selatan

"Kudapan khas yang diolah oleh Kelompok Kuliner Bundo itu memiliki rasa yang gurih"
Dendeng Pucuk Ubi (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

SOLSEL, KLIKPOSITIF -- Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Kawasan Saribu Rumah Gadang, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, jika tidak membawa oleh-oleh dari Kampung Adat Terpopuler tersebut.

Jika anda ingin mencoba penganan khas daerah itu, kelompok kuliner di kawasan tersebut telah menyediakan Dendeng Pucuk Ubi untuk dibawa pulang.

Kudapan khas yang diolah oleh Kelompok Kuliner Bundo itu memiliki rasa yang gurih, cocok untuk dijadikan cemilan saat menikmati perjalanan wisata, atau dicampur dengan nasi saat makan masakan Ranah Minang.

Ketua Kelompok Kuliner Bundo Yenafrida mengatakan, Dendeng Pucuk Ubi ini berasal dari olahan daun Ubi yang biasa digunakan untuk sayur oleh masyarakat Minangkabau.

"Daun Ubi yang baru dipetik pertama kali direbus terlebih dahulu, setelah dingin daun tersebut diiris kecil-kecil dan dicampur dengan telur, tepung terigu dan garam secukupnya. Setelah itu irisan daun tersebut kemudian diberi kaldu ayam atau daging sesuai keinginan lalu digoreng," jelasnya.

Menurut Yenafrida, ide pembuatan Dendeng-yang biasanya diolah dari daging Sapi-Pucuk Ubi itu berawal ketika ia masih menjalani usaha rumah makan di sekitaran kawasan Seribu Rumah Gadang.

"Berawal dari permintaan pengunjung waktu itu, setelah dipikir lagi bahan-bahannya, saya coba mengolahnya dengan ibu-ibu yang lain, ternyata rasanya enak," ucap Yenafrida.

Seiring berjalannya waktu, Buk Tin-panggilan akrab Yenafrida-kemudian membentuk kelompok kuliner tersebut bersama rekan-rekannya di bawah arahan KKI Warsi pada awal Januari 2017 lalu.

"Sampai sekarang, Dendeng Pucuk Ubi ini sudah banyak peminat, satu harinya saja kami bisa produksi 40 bungkus," tutur Buk Tin.

Agar memiliki nilai jual yang tinggi, kudapan tersebut dibungkus dengan kemasan plastik yang apik sehingga Dendeng Pucuk Ubi layak untuk dibeli oleh wisatawan yang berkunjung ke Solok Selatan sebagai oleh-oleh.

"Sebagai ... Baca halaman selanjutnya