Cokelat Diprediksi Menghilang dari Dunia 32 Tahun Lagi

"Namun ancaman kenaikan suhu selama tiga dekade ke depan, yang disebabkan oleh perubahan iklim, diperkirakan akan mengakibatkan hilangnya kelembaban tanah."
Cokelat. (Getty Images)

KLIKPOSITIF - Cokelat bisa menghilang dari dunia, kata para ilmuwan memperingatkan dengan menjelaskan bahwa tanaman kakao, bahan pembuat cokelat, bisa punah dalam 32 tahun.

Lebih dari separuh coklat dunia berasal dari dua negara di Afrika Barat, yakni Pantai Gading dan Ghana, di mana suhu, hujan, dan kelembaban memberikan kondisi sempurna bagi kakao untuk berkembang.

Namun ancaman kenaikan suhu selama tiga dekade ke depan, yang disebabkan oleh perubahan iklim, diperkirakan akan mengakibatkan hilangnya kelembaban tanah. Hal ini diperkirakan menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup tanaman kakao.

Menurut Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS, kenaikan suhu global hanya 2,1 derajat celcius saja bisa menjadi akhir untuk industri coklat di seluruh dunia pada tahun 2050.

Saat merkuri naik dan menyerap lebih banyak air dari tanah dan tanaman, para ilmuwan percaya bahwa tidak mungkin curah hujan akan meningkat untuk mengimbangi kehilangan kelembaban yang ada. Hal itu berarti daerah produksi kakao akan menanjak ke daerah pegunungan yang dipelihara untuk satwa liar hingga tahun 2050.

Pejabat di negara-negara seperti Pantai Gading dan Ghana akan menghadapi dilema yang menyakitkan, apakah akan memelihara persediaan cokelat di dunia atau menyelamatkan ekosistem mereka yang sekarat.

Selain itu, menurut Doug Hawkins dari firma riset Hardman Agribisnis yang berbasis di London, masalah lainnya adalah bahwa metode penanaman kakao tidak berubah selama ratusan tahun.

“Tidak seperti tanaman pohon lain yang mendapat manfaat dari pengembangan teknik kultivar dan teknik pengolahan hasil panen modern dan tinggi untuk mewujudkan potensi genetika mereka, lebih dari 90 persen tanaman kakao global diproduksi oleh petani kecil di peternakan subsisten dengan material penanaman yang tidak membaik,” ujar Hawkins kepada Daily Mail.

Sekarang para ilmuwan di ... Baca halaman selanjutnya