Jika ke Bukittinggi, Nikmati Sensasi Santap Kuliner di ‘Kapal Terdampar’

"Kafe ini berkapasitas sekitar 80 orang"
Suasana di Kafe Kapa Toman (KLIKPOSITIF/Haswandi)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF -- Ingin mencoba sensasi menyantap kuliner serasa di dalam kapal laut tanpa mabuk laut? Mungkin anda bisa merasakan sensasinya di Kafe Kapa Toman.

Tidak perlu khawatir dengan gelombang laut, karena kapal ini dibangun di daratan, tidak di laut, mirip seperti kapal terdampar. Lokasinya berada di perbatasan Kota Bukittinggi dengan Kabupaten Agam-Sumbar, tepatnya di Jorong Lambah Nagari Sianok VI Suku Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam, atau sekitar 10 hingga 15 menit perjalanan menggunakan kendaraan dari kawasan Jam Gadang Bukittinggi.

Sesuai namanya ‘Kapa Toman’ (Kapal Toman), kafe ini dibangun dengan konsep kapal laut. Dibangun menggunakan papan dan kayu, kapal berlantai dua setinggi 12 meter ini memiliki panjang sekitar 20 meter dengan lebar 8 meter.

Nuansa kapal laut ini sangat terasa, karena di tiap lantainya ada kemudi kapal. Bahkan jika punya nyali, pengunjung juga bisa ber-swafoto ala Jack and Rose di Kapal Titanic pada bagian ujung haluan kapal.

Hasil swafoto anda akan tampak lengkap dan indah, karena dimanjakan dengan view tebing Ngarai Sianok plus Tabiang Takuruang yang indah.

“Hampir setahun kafe dengan konsep kapal ini dibangun. Tujuan awalnya karena ingin unik dan tampil beda aja. Pembangunan kafe ini memang telah selesai dan kami telah buka semenjak 26 Desember 2017 lalu. Tapi pengembangan akan terus kami lakukan, seperti pembangunan tempat bermain anak di bawah kapal,” ujar Anil Basya, salah seorang pengelola Kafe Kapa Toman, saat didatangi KLIKPOSITIF, Selasa 9 Januari 2018.

Menurut Anil, kafe yang dikelolanya itu berkapasitas sekitar 80 orang, yang dipenuhi pengunjung setiap Sabtu dan Minggu.

“Karena kami baru, menunya belum terlalu banyak. Listrik juga belum masuk dan saat ini kami hanya menggunakan genset. Kuliner spesifik kami adalah Teh Talua Tapai. Namun setiap Sabtu dan Minggu, kami juga menyediakan kuliner tradisional ... Baca halaman selanjutnya