Mengenal Tabiang Takuruang di kawasan Ngarai Sianok

"Pada masa silam, di puncak Tabiang Takuruang pernah ditinggali oleh sekelompok orang"
Tabiang Takuruang (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

AGAM,KLIKPOSITIF --Tabiang Takuruang merupakan salah satu ikon Ngarai Sianok yang paling dikenal. Keindahannya, menjadi salah objek yang digemari wisatawan maupun fotografer.

Secara administratif, Tabiang Takuruang berada di Jorong Lambah, Nagari Sianok Anam Suku, Kecamatan Ampek Koto, Agam-Sumbar.

Ternyata, pada masa silam, di puncak Tabiang Takuruang pernah ditinggali oleh sekelompok orang. Tapi tidak diketahui pasti tahun berapa tabing ini ditempati.

Sutan Kayo (64) salah seorang warga lokal mengatakan, ia mendapat cerita dari orang tuanya jika dahulu di puncak Tabiang Takuruang ada rumah milik pesukuan Caniago.

Kayo memang tak pernah mendapatinya, namun pada dekade 90-an, ia pernah naik ke atas dan mendapati adanya sebuah lesung yang menjadi bukti adanya pemukiman di atas Tabiang Takuruang.

"Waktu itu, diatas cukup luas. Mendatar dan memanjang. Banyak tanaman kulit manis, kita bisa naik dari sisi utara dan selatan," jelas Kayo, Jum'at 26 Januari 2018.

Mengenai penamaan Tabiang Takuruang, Kayo menyebut, hal itu dikarenakan letak geografis Tabiang Takuruang yang diapit oleh dua sungai.

"Cerita dari yang tua-tua begitu. Tebing ini berada di tengah dua aliran sungai, jadi seakan-akan dikurung air. Makanya disebut Tabiang Takuruang, sekarang aliran sungainya hanya satu," lanjutnya.

Sebut Kayo, dari waktu ke waktu bentuk fisik Tabiang Takuruang terus berubah, puncaknya tahun 2007 terjadi gempa besar yang membuat wajah Tabing Takuruang berubah drastis.

Tebing yang punya ketinggian sekitar 100 meter dengan bentuk memanjang itu berubah menyerupai bentuk kerucut atau meruncing dengan menyisakan satu pohon di puncaknya.

Sementara, lesung yang berada di puncak, hingga sekarang tak diketahui keberadaannya.

Karena bentuknya sudah berubah, rasanya mustahil untuk memanjat tebing yang curam hingga ke puncak apalagi di bagian bawah semak belukarnya cukup ... Baca halaman selanjutnya